Benih sparatisme dari YOGYAKARTA
Desember 6, 2010 pukul 3:11 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 8 Komentarpaspor dan KTP yogyakarta
Munculnya paspor keraton Ngayogyakara Hadiningrat walaupun ini bukan betulan tapi ini bukti adanya benih
sparatis yang bisa menghancurkan NKRI jika dibiarkan ini bisa memprovokasi suasana yang kisruh mengenai UUD daerah keistimewaan Jogjakarta
statment ini hanya iseng tapi maknanya mencerminkan adanya perlawanan terhadap negara NKRI
“ Widjanarko, pengguna Facebook asal Yogyakarta. Setelah memasang foto paspor itu, dia menulis, “Dengan ber-BLANGKON, pagi ini khidmat kunyanyikan lagu KEBANGSAAN NKRY (Negara Keraton Yogyakarta): Yogyakarta, karya KLa Project….” Ada lagi yang menulis, “Cah Yogya bersatu tak bisa dikalahkan.” (sumber www.tempointeraktif.com)
anda pikirkan ada bahaya sebagai benih penghancur NKRI dan benih sparatisme “KEBANGSAAN NKRY” ini merupakan provokasi psikologis terhadap warga jogja yang notabene mempunya ikatan yang sangat kuat dan kental kebudayaannya.
Selain paspor Ngayogyakarta, ada KTP, tanda kenegaraan, pesawat, bus, juga bank khusus Yogyakarta. Adapun kartu kewarganegaraan diberi nama Layang Tanda Kewarganegaraan Ngayogyakarta (LTWN).
Kartu Tanda kewarganegaraan Ngayogyokarto lengkap bertuliskan bahasa Jawa. Tulisannya: Sapa wae sing niru lan utawa nggawe LTWN sing isine ora bener lan anggo LTWN leluyan tanpa ijin sing nduwe bakal didakwa lan dihukum nganggo hukum lan aturan sing kanggo LTWN iki wajib dilaporke ora luweh seko 14 dino nikolo entek mangsane.
Artinya siapa saja yang menggunakan kartu tanda warga negara Ngayogyokarto Hadiningrat tanpa ijin pemiliknya akan dihukum, LTWN ini wajib dilaporkan dalam waktu 14 hari jika waktunya habis.
inilah warga negara indonesia yang mengakui cinta terhadap NKRI tetapi masih ada yang berpikiran2 seperti ini
sekali lagi walau hanya iseng tetapi ini bisa memprovokasi psikologis kepada anak2 bangsa.
“kata Priscilla Yudith. Yudith yang bermukin di Jakarta mengaku akan pulang ke Yogyakarta jika memang hasilnya menentukan harus pisah dengan NKRI”.
sampai2 ada terlintas dalam pikirannya jika harus pisah dengan NKRI ini benar-benar harus di perjuangkan jangan sampai NKRI ini hancur gara2 hal semacan ini.
di artikel mengatakan ini Maka, kemarahan yang santun, lucu justru ini bukan santun tapi hinaan terhadapt harga mati NKRI renungkan makna yang ada dalam kata-kata diatas dengan adanya “KEBANGSAAN NKRY” sangat tidak santun sekali terhadap NKRI
BEBASKAN PIKIRAN KITA DARI BENIH-BENIH SPARATIS CINTAILAH NKRI SEBAGAI HARGA MATI
DOWNLOAD PCMAV 4.2
DOWNLOAD E-BOOK RAHASIA GOOGLE ADSENSE
8 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.



Pisah adalah langkah yang paling bijaksana jika Pemerintah Pusat berkepala batu yang tidak mau melihat sejarah. Saya yakin Jogya akan lebih sejahtera dan berkembang pesat bila pisah dari NKRI, karena NKRI adalah negara yg korup dan banyak ditunggangi kepentingan ibarat rumah tangga sudah seperti benang kusut solusi yang paling baik Sri Sultan segera minta cerai dengan NKRI.
Comment by Muhammad Akbar— Desember 16, 2010 #
terima kasih atas komentarnya,,
saya kira itu keputusan terlalu dini dalam mencari solusi
permasalahan keistimewaan yogya,, berpisah dengan NKRI justru akan smakin kacau dari brbagai sudut,, akan mengkhinati para pahlawan yg berjuang menegakan NKRI,, saya kira pak sri sultan pun tidak mau demikian,
sejarah bukan mnjadi ukuran utama,,apa harus kembali kepada kerjaan seperti sejarah dahulu apa harus kembali ke agama hindu sprti sejarah apa harus kita melestarikan animisme krn sejarah mka dari itu sejarah bukan jadi ukuran utama,,
saya hanya mengkritik Paspor & KTP jogja,, terlepas dari perdebatan UUD keistimewaan
Comment by otakberpikir— Desember 16, 2010 #
Apakah agama hindu lebih buruk dari agama lain yang suka bom bunuh diri dengan tujuan membunuh orang lain, dengan alasan membela allah,,,,
jogja jangan dikaitkan dengan agama, karena jogja lebih dekat dengan budaya dan sejarahnya,,,,
dan kalaupun NKRI sebagai pengayom yang seharusnya tidak melontarkan hal hal yang menyakitkan jogja, karena jika keistimeaan dicabut maka tidak ada tidak ada jalan lain untuk kembali ke negara Yogyakarta,,,
Comment by jjogjaku— Januari 14, 2011 #
terima kasih atas komentarnya,,
ini bukan masalah agama baik apa buruk
ini masalah ada-nya benih sparatisme buat apa kita di didik
Bhineka tunggal ika & NKRI,,,
dengan tetap mengormati sejarah & budaya-nya indonesia mengajak untuk kembali pada haluan UUD & Pancasila sbgai negari demokrasi
bukan monarki,,
sekali lagi pikiran anda kembali ke negara jogja karena kemiskinan anda trhdap nasionalisme fanatisme ke-daerahan,,
dan itu jauh panggang dari api..
Comment by otakberpikir— Januari 16, 2011 #
peace.. peace..
Comment by wktoweksa— Februari 11, 2011 #
mslh jogja,
slayakny orientasiny pd rakyat.
Keistimewa’an unt jogja dlh keadilan.
Masyarakatny jg ok ok ja d pimpin raja/sultan.
Daerah laen ok ok ja d pimpin gubernur.
Jd masalah krn d p0litisasi,
it bkn iseng tp ancaman,
bkn cuman pasp0r, malah d tv mulai berkibr benderan n0n merah puth d j0gja.
Lw sayang dg NKRI ya DI pa jogja d pertahankan Ok!
Trus d harapkan sultan lbh baik netral gag ikut slh stu parp0l,
bs jd pemlintiran UU p0litisasi Diy Terkait dg hal itu.
Ni pendapat/opini org awam loch.
Comment by Barep Pangestu— Maret 5, 2011 #
Saya rela tidak ada pemilu dan partai, saya rela indonesia dipimpin raja, asal rakyat aman tentram sejahtera…. seperti di jogja…. saya cinta Indonesia, tapi lebih cinta Jogja, saya cinta Jogja tapi lebih cinta Islam…
apa coba?
Comment by jogjamerdeka— Agustus 18, 2011 #
Kalau SultanHB IX masih hidup hari ini, mungkin beliau akan menyesal bergabung dengan RI…. Negeri koruptor, Negeri dimana rakyat kecil tertindas dan hidup dalam kemiskinan….
Comment by Ndherek SUltan— Agustus 18, 2011 #