Sunat Perempuan

November 19, 2009 pukul 2:55 pm | Ditulis dalam Sex Education | 5 Komentar

Perempuan di sunat ?

ternyata perempuan juga bisa di sunat tapi berbeda dengan laki-laki seperti pada umumnya.

khitan bagi perempuan adalah membuang bagian dalam faraj yaitu kelentit atau gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung lubang vulva bagian atas kemaluan perempuan

Sunat perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh dokter atau bidan itu hanya melukai klitoris, tidak menggunting atau memotong klitoris. Menurut keterangan badan keluarga berencana Indonesia, sekarang hampir tidak pernah dilakukan lagi. sunat perempuan yang banyak dilakukan di Indonesia, umumnya dilakukan sangat sederhana: melukai sebagian kecil alat kelamin bagian dalam, bahkan kadang-kadang simbolis saja. Misalnya, sepotong kunyit diruncingkan kemudian ditorehkan pada klitoris anak. Namun, tak sedikit yang melakukannya dengan memakai pisau, gunting, dan jarum jahit.

Sunat perempuan yang tidak Boleh

Sunat perempuan yang dilakukan di Afrika yang biasanya memotong atau menggunting seluruh klitoris dan menjahit bibir besar, hanya menyisakan sedikit lubang untuk kencing saja. Proses sunat seperti ini akan menghilangkan rangsangan seksual pada perempuan atau bahkan perempuan tersebut tidak dapat menikmati kehidupan seksualnya.

Manfaatnya :
membantu perempuan menjaga dan mengontrol gairah sex-nya.
sisi pandangan medis, sunat perempuan memudahkannya pertemuan antara ”khitan” dengan ”khitan” sehingga peluang kehamilan lebih tinggi. Disamping memudahkan perempuan membersihkan kotoran-kotoran tersembunyi yang menyebabkan bakteri-bakteri hidup subur di area tersebut

” tapi manfaat dari sisi medis ini masih diperdebatkan (PERDOSI)”

Sunat perempuan dalam islam

sabda Nabi Muhammad Saw. Beliau memerintahkan kepada Ummu Athiyyah, tukang khitan perempuan di Madinah: “Jangan berlebihan, karena hal itu adalah bagian kenikmatan perempuan dan kecintaan suami.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Sentuh sedikit saja dan jangan berlebihan, karena hal itu penyeri wajah dan bagian kenikmatan suami.” (HR Abu Daud).

fatwa mui :  mengaskan mengenai batasan atau tata cara khitan perempuan seusia dengan ketentuan syariah, yaitu khitan perempuan dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/cplum/praeputium) yang menutupi klitoris; dan khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris (insisi dan eksisi) yang mengakibatkan dlarar.

Hukum berkhitan masih dalam perselisihan ulama, namun yang paling dekat 
dengankebenaran adalah bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dansunah bagi 
perempuan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. owhh begitu ya, thanks..

  2. cewek sekarang kebanyakan belum sunat krn waktu kecil cuma disunat secara simbolis aja.
    temanku yg muslim (cewek) juga banyak yg belum sunat tuh…

    • makasih dewi atas komentnya…

      klo cewe gak di sunat nafsu birahinya tinggi
      suka gak ke kontroL mnurut orang2 si gtu,, inti’a sunat yg umum buat laki2 aje…

  3. Owh.. Gt yc..?? MksiH yc.. Tp aq bLm pRNh Lht fotonya vagina yg dikhitan scARa bnar..
    SLma aq pcran gk pRnh gitu2an, krna aq syg ma pcrQ.. Tp yc aq pngen tw jg..
    Kira2 d stUs apa yc bz dpt foto tsb..?? Ksi info yc.. PLizZ..!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: