kloning manusia

Januari 1, 2011 pukul 4:59 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kloning pada manusia

Kloning adalah upaya untuk menduplikasi genetik yang sama dari suatu organisme dengan menggantikan inti sel dari sel telur dengan inti sel organisme lain. Kloning pada manusia dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya lalu disatukan dengan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasilnya ditanam ke rahim seperti halnya embrio bayi tabung.

Manusia kloning pertama di dunia bernama Eve, bayi perempuan itu kini berusia 5 tahun. Sehat dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama.

Era manusia super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi.

 

Kloning Manusia Dalam Perspektif Islam

Allah telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk dan memulikannya atas semua makhluk-Nya (Qs At-Tin (95):4) dan (Qs. Al-Isra’ (17):70). Dari manifestasi pemuliaan inilah Islam tetap menjaga fitrah manusia secara konsisten untuk memelihara dan menjaga kaidah umum yang lima (al-qaa’idah al-kulliyah al-khams), yang merupakan fondasi berdirinya eksistensi hidup manusia, yaitu memelihara jiwa, akal, agama, harta dan keturunan. Sehingga apabila terjadi pelanggaran (breach) terhadap salah satu dari lima kaidah tersebut, hidup manusia akan cacat dan rusak.

Berkenaan dengan keturunan dan reproduksi manusia, Allah menjadikan-dengan hikmah-Nya- perkawinan secara legal (al-jawaz al-syar’i) yang sudah ditetapkan syarat-syarat, batasan-batasan dan aturan-aturannya (Qs Ar-Rum (30) :21). Dari perkawinan yang sah inilah, akan melahirkan anak (keturunan) – melalui hikmah dan kehendak-Nya, yaitu dengan bertemunya air sperma laki-laki (spermatozoa) dan sel telur perempuan (ovum) (Qs. At-Thariq (86) :5-7).

Hukum Syar’i tentang Kloning Janin Manusia

Mayoritas ulama’ mengharamkan kloning janin manusia. Mufti Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ali Syaikh mengatakan bahwa hal itu merupakan hal yang sia-sia (al-‘abats) dan tidak beretika. Di antara para ulama kontemporer yang mengharamkan hal itu adalah Dr .Nashr Farid Waashil (Mantan Mufti Mesir), Muhammad Sayyid Thanthawiy (Syaikul Azhar sekarang), Prof. Dr.’Ajil al-Nasyamiy, Dr. Sayyid Rizq al-Thawiil, Dr.Ahmad Umar Hasyim (Mantan Rektor Universitas Al-Azhar), Syaikh Abdur Rahman Abdul Khaliq, Dr.Abdus Shabuur Marzuq, Syaikh Dr.Yusuf Al-Qardhawi, Dr. Ali Mahmud Yusuf al-Muhammadiy, Dr.Mahmud Hamdiy Zaqzuq dan masih banyak lagi ulama-ulama yang lain.

Dalil-dalil Atas Pengharaman Kloning

Para ulama yang mengharamkan kloning janin manusia memiliki beberapa dalil yang menguatkan pendapat mereka, di antaranya:

1. Kloning sangat bertentangan dengan al-qaa’idah al-kulliyah al-khams yang dibawa oleh Islam untuk memelihara eksistensi hidup manusia.

2. Setiap anak manusia yang lahir memiliki satu hubungan kejadian dan keturunan dengan bapaknya-ia berasal dari sperma bapaknya-. Dan memiliki dua hubungan dengan ibunya, yaitu; pertama, hubungan kejadian dan keturunan, dan kedua, hubungan asalnya, yaitu dari sel telur (ovum) ibunya. Abu Bakar Abdullah Abu Zaid mengatakan bahwa air mani (sperma) yang yang dihargai –dianggap mulia- ialah yang berasal dari kedua pasangan-suami istri. Ia (air sperma) merupakan pemberian Allah Swt kepada hamba-Nya (Qs. An-Nahl (16) :78) dan (Qs. Az-Zumar (39) :6).

3. Anak (keturunan) harus berasal dari perkawinan yang sah (al-zawaj al-syar’i) antara suami-istri. Seluruh keadaan yang dintervensi oleh pihak ketiga terhadap hubungan suami-istri (al-‘alaaqah al-zaujiyah)-baik itu melalui rahim, sel telur, sperma atau sel tubuh lain yang digunakan dalam proses kloning diharamkan (tidak dibenarkan oleh syari’at).

4. Kloning menjadikan manusia menyalahgunakan kehormatannya-bentuk yang telah diciptakan oleh Allah Swt. Mengubah dan memperburuk serta menyia-nyiakan ciptaan Allah adalah perbuatan syetan yang diperingatkan oleh-Nya agar kita tidak mengikutinya (Qs. An-Nisa (4) :118-119).

5. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya dilengkapi dengan insting dan fitrah yang berbeda-beda. Salah satu dari insting tersebut adalah keinginan yang kuat untuk melakukan perkawinan-melalui hubungan seksual secara sah (syar’i)-antara laki-laki dan perempuan untuk dapat mendapatkan keturunan secara sah, sedangkan kloning menyelewengkan dan menghancurkan fitrah ini.

6. Kloning menghancurkan tatanan keluarga yang bangunannya suami-istri, yang telah diikat oleh tali cinta dan kasih-sayang. Sementara itu, kloning menghancurkan bangunan tersebut.

7. Kloning menyalahi identitas seseorang, keistimewaan-kesitimewaan, kepribadiannya serta menipiskan (tatanan) sosial yang stabil. Selain itu, ia juga membongkar-menghancurkan- fondasi keturunan, kerabat, shilaturrahmi, dan eksistensi keluarga yang saling mengikat dalam syari’at Islam.

8. Pengharaman kloning berdasarkan pada kaidah ishuliyah yang berbunyi dar’ul mafaasid muqaddamun ‘alaa jalb al-mashaalih (menolak datangnya kerusakan lebih diutamakan daripada

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: