Ruyati dan hukum pancung

Juni 20, 2011 pukul 7:22 am | Ditulis dalam Uncategorized | 8 Komentar

Pray for Ruyati 

  Ruyati bin saputi TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya    terhadap majikan.
sangat malang TKI tersebut yang seharusnya mencari uang untuk kebutuhan di kampungnya kini wanita itu telah tiada
bayangkan jika ibu anda bekerja jauh susah payah hanya untuk menyambung hidup mencukupi anak-anaknya lalu di hukum mati betapa sedihnya keluarga yang di tinggalkan. sangat di sayangkan sekali pemerintah Arab saudi tidak memperhatikan praktek internasional yang berkaitan dengan kekonsuleran.

” Ke­banyakan dari terpidana tersebut adalah warga asing “

perempuan berusia 54 tahun itu divonis mati atas kasus pembunuhan yang terjadi pada 12 Januari 2010. Suyati dituduh membunuh ma­jikan dengan cara kejam, yakni menusukkan pedang berkali-kali kepada korban. Di depan pengadilan, Ruyati mengakui perbuatannya tersebut. Minggu lalu Amnesty Internasional telah mengutuk penggunaan hukuman pancung di Arab Saudi dan memin­ta negara yang kaya akan mi­nyak tersebut untuk menghentikan kebijakannya tersebut.

Motif pembunuhan adalah karena rasa kesal akibat sering dimarahi oleh ibu majikannya karena gaji yang tidak dibayarkan selama 3 bulan (sebesar total SR 2.400) dan tidak mau memulangkannya meskipun sering diminta.

“Suryati membunuh dengan sangat Kejam dengan pisau jagal dan kemudian dilanjutkan dengan menusuk leher korban dengan pisau dapur.

Menurut ketentuan hukum di Arab Saudi, eksekusi hukuman mati bisa dibatalkan jika keluarga korban memaafkan pelaku pembunuhan. Akan tetapi, dalam kasus Ruyati, keluarga korban tidak bersedia memaafkan dan eksekusi mati akhirnya tetap dijalankan.

Hukum islam ?

Sudah seharusnya siapa saja yang membunuh maka balasanya harus di bunuh juga tapi harus ditimbang juga dengan bijak yang se adil-adilnya karena data statistik pada tahun 2010 orang yang di hukum pancung kebanyakan warga asing. Arab Saudi telah meng­eksekusi setidaknya 27 orang tahun ini saja.
banyak beberapa kasus pemerkosaan penyiksaan para TKI oleh warga arab namun tidak di balas dengan setimpal yang seharusnya dilakukan serupa sebagaimana dia menyiksa. ini sebuah ketidakadilan. sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa arab kejam terhadap para TKI banyak yang memperlakukan TKI seperti hewan. mungkin ini karena sifat psikologis meraka dan makanan dimana meraka menganggap bahwa TKI itu para budak yang layak di lakukan apa saja. sungguh terlalu kata bang haji rhoma.

persoalannya bukan masalah hukum pancungnya tapi penegakan keadilan itulah yang wajib di tegakan karena hukum mati sudah menjadi syariat secara fitrah pasti jika keluarga anda di bunuh pilihannya ada dua memaafkan dengan membayar diyat atau di hukum mati. banyak kasus pembunuhan yang dihukum ringan  keluarga yang di timpa musibah tidak terima bahkan dia menginginkan di hukum mati pula padahal dia orang non muslim yang tidak mengakui syariat hukum mati, itulah fitrah.

jadi hukum mati tidak masalah demi melindungi hak korban yang di bunuh, jika korban masih tegar maka bisa saja dengan memaafkan
lalu membayar diyat yang paling penting adalah keadilan. karena hukum mati adalah syariat islam yang harus di tegakan jika negara tersebut sudah memenuhi kesejahteraannya.

ARAB BUKAN ISLAM ?

bukan berarti yang berkaitan dengan arab itu islam karena kita wajib memahami siapa arab apa itu islam jangan di jadikan agama islam ini milik bangsa arab karena islam itu milik semua bangsa. hilangkan arabisasi karena itu bukan berarti islam.

“Dengan adanya kasus ini kesempatan orang kafir untuk menyerang islam”

semoga amal ibadah beliau di terima disisinya dan di ampuni segala dosanya

Pray for ruyati

Pejuang wanita terhadap kejamnya dunia

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. inilah jika dunia, hukum agama dijadikan tameng dari ketidakadilan. pemerintah pun mau mengecewakan, hanya mau untung saja. kalau ada masalah lepas tangan, dunia … dunia. aku sih hanya bisa mendoakan semoga almarhumah mendapat kebaikan disisi ALLAH TA’ALA & keluarga diberi ketabahan. semoga ini yg terakhir (tp mkn ngimpi klau pemerintahnya masih spt itu)

    • seharusnya pemerintah menegur dengan tegas kenapa ada hukuman mati terhdap warga negaranya tidak ada konfirmasi,, segala sesuatu ada prosedur hukum internasional.

      • akan lebih baik jika pemerintah segera membuka lapangan kerja dan memberikan jaminan pekerjaan kepada semua para TKI/TKW baik yg ditarik/batal berangkat ke luar negeri,bila perlu putuskan akan za hubungan diplomatiknya…kan rebes…katanya negeri Kita ini makmur dan kekayaannya melimpah….Bos…

      • terima kasih atas komentarnya…

        benar,, tak seharusnya indonesia mengirim TKW ke negari timur karena meraka masih mempunyai arogansi tinggi yg menggap rendah kaum pembantu karena pemahaman perbudakan masih melekat dlam jiwa meraka,, &pemerintah harus menydiakan lpangan pekerjaan bagi yg tak berpendidikan / rendah tapi dengan gajih sei imbang UMR

  2. innalillahi wa inailaihi rojiun,smoga arwah bu ruyati di terima di sisinya,,,sebenarnya hanya segelintir kcil aja kasus ruyati,masih banyak ruyati2 sebelumnya yang di prlakukan lebih dari ruyati yang sekarang,namun karna lembeknya pemerintahan kita jadi orang saudi semakin keenakn,,banyak sekali sodara2 kita yang mengadukan kasusnya ke KJRI/KBRI atau ke kantor prwakilan PJTKI,,tapi apa tanggapannya?seolah olah mereka tida mau tau malah saling lempar,,,jadi perlu kita semua sadari karna tida ada ketegasan pemerintah kita,,hukum di saudi hanya berlaku untuk orang luar kususnya orang indonesia,,brapo indonesia yang cuma OMDO,,,,,,

    • terima kasih bro berry,, atas doa nya..
      yang perlu di kita tahu bahwa arab bukan berarti islam,,

  3. negara2 arab masih memegang budaya perbudakan, jadi siapa aja yang kerja di arab khususnya yang bukan warga arab ya bakal diperlakukan sebagai budakdan kalau budak diapakan saja adalah sah. jadi untuk para calon TKW/TKI jangan cari negara arab untuk bekerja di luar negeri

  4. tragis .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: